Follow Us @soratemplates

Wednesday, 3 August 2016

LAB 3 DYNAMIC ROUTING - OSPF DENGAN PACKET TRACER

23:21:00 1 Comments
Halo apa kabar kalian?? Saya kembali lagi dengan membawa tutorial config routing yang berhubungan dengan config routing sebelum-sebelumnya. Sekarang saya akan menjelaskan tentang Routing OSPF.

OSPF adalah link-state routing protocol. OSPF idealnya didesain secara hierarchical, yang berarti kita dapat membagi netwok yang besar ke dalam network yang lebih kecil (area). OSPF punya banyak fitur dan semua itu untuk menjadikan protocol yang cepat dan scalable. OSPF menggunakan cost untuk menentukan jalur terbaiknya.

Pertama-tama buat topologinya terlebih dahulu.


Saya menggunakan 5 router yang terbagi menjadi 3 area, yaitu area 0, 10, 20. Konfigurasi routing ini berhubungan dengan Static route dan EIGRP, walau ada beberapa command yang berbeda di OSPF ini.

ps: Banyak command-command yang belum selesai atau singkat. kamu bisa pakai Tab untuk mengetik command, jadi tidak perlu mengetik panjang-panjang.


Seperti sebelum-sebelumnya buat dulu IP pada masing-masing router.

router (config)#Interface Fast Ethernet 0/0 /nama port/
router (config)#ip address A.B.C.D (ip address) A.B.C.D (subnet mask)
router (config)#no shutdown

Router 1 (AYU1)


Router 2 (AYU2)

Router 3 (AYU3)


Router 4 (AYU4)



Router 5 (AYU5)


Lalu Buat IP Loppback. 

Seperti yang sudah saya sebut di lab 2 atau disini, IP loopback di setting menggunakan subnet tertinggi yaitu 255.255.255.255. Dan IP loopback ini dibuat untuk digunakan di interface-interface loopback.

Router 1 (AYU1)

Router 2 (AYU2)

Router 3 (AYU3)

Router 4 (AYU4)

Router 5 (AYU5)

Setting Router OSPF. Caranya sama seperti pada EIGRP.

Router 1 (AYU1)

Router 2 (AYU2)

Router 3 (AYU3)

Router 4 (AYU4)

Router 5 (AYU5)

Terakhir verifikasi hasil routing tadi.

Show Ip Route Router 3 (AYU3)

Show Ip Route Router 1 (AYU1)

Show IP OSPF Database
Link ID => Nomor ID Router. Jadi 1.1.1.1 , 2.2.2.2 dan seterusnya yang berada dibawah bidang Link ID adalah nomor id pada router.
ADV Router => ID iklan router.
Age => Usia link state.
Seq # => Nomor urut link state (mendeteksi iklan link state tua atau duplikat) .
checksum => checksum fletcher dari isi lengkap dari iklan link state.
Link count => Jumlah interface yang terdeteksi untuk router. 

Hanya itu yang dapat saya sampaikan . Terima kasih

LAB 2. DYNAMIC ROUTING - EIGRP DENGAN PACKET TRACER

23:20:00 0 Comments
Melanjutkan materi sebelumnya, sekarang saya akan menjelaskan tutorial config dynamc routing - eigrp. EIGRP adalah singkatan dari Enchanced Interior Gateway Routing Protocol merupan protocol routing yang hanya dapat dijalankan pada router Cisco saja.
Kita langsung ke config nya saja.

Pertama siapkan topologinya, kalo saya menggunakan 4 router. 


ps: Banyak command-command yang belum selesai atau singkat. kamu bisa pakai Tab untuk mengetik command, jadi tidak perlu mengetik panjang-panjang.

Atur IP pada masing-masing router

router (config)#Interface Fast Ethernet 0/0 /nama port/
router (config)#ip address A.B.C.D (ip address) A.B.C.D (subnet mask)
router (config)#no shutdown

Router 1 (AYU1)


Jadi dirouter 1 akan menggunakan ip 10.10.10.1/29 dengan interface 0/0 sebagai ip address. Dan mengaktifkan interface 0/0 pada router 1.

Router 2 (AYU2)


Dirouter 2 akan menggunakan ip 10.10.10.2/29 dengan interface 0/0 dan 192.168.0.1/29 dengan interface 0/1 sebagai ip address. Dan mengaktifkan interface 0/0 dan 0/1 pada router 2.

Router 3 (AYU3)


Sedankan dirouter 3 kita akan menggunakan ip 192.168.0.2/29 dengan interface 0/0 dan 172.168.0.1/29 dengan interface 0/1 sebagai ip address. Dan mengaktifkan interface 0/0 dan 0/1 pada router 3.


Router 4 (AYU4)

Karena di router 4 ini hanya menggunakan 1 interface yaitu interface 0/0 maka hanya 1 ip yang dapat digunakan dirouter ini yaitu ip 172.168.0.2/29 sebagai ip addressnya. Dan mengaktifkan interface 0/0 dan 0/1 pada router 4.

Untuk menentukan ip address saya menggunakan subnet mask 255.255.255.248 yaitu /29 yang dapat menampung 8 host.
No Shutdown => Mengaktifkan interface. Jika tidak di no shutdown kan maka interface-interface yang sudah terhubung tidak bisa saling berhubungan.

Buat IP loopback di Interface Loopback. 

IP Loopback ini digunakan sebagai router id di interface-interface loppback. IP Loopback menggunakan interface tertinggi yaitu 255.255.255.255. setelah itu setting Router EIGRP dengan memasukan IP network interface 0 dan 1 dan ip loopback. Tambahkan command no auto-summary. Command ini supaya network pada eigrp tadi tidak disumarikan.

Router 1 (AYU1)

Kita akan mendaftarkan ip 1.1.1.1 sebagai ip loopback di router 1. Dan mendaftarkan network 10.10.10.0 dan 1.1.1.1 di EIGRP dan tidak disumarisasikan.

Router 2 (AYU2)

Kita akan mendaftarkan ip 2.2.2.2 sebagai ip loopback di router 2. Dan mendaftarkan network 10.10.10.0 dan 192.168.0.0 di EIGRP dan tidak disumarisasikan.

Router 3 (AYU3)

Kita akan mendaftarkan ip 3.3.3.3 sebagai ip loopback di router 3. Dan mendaftarkan network 192.168.0.0 dan 172.168.0.0 di EIGRP dan tidak disumarisasikan.

Router 4 (AYU4)

Kita akan mendaftarkan ip 4.4.4.4 sebagai ip loopback di router 4. Dan mendaftarkan network 192.168.0.0 dan 172.168.0.0 di EIGRP dan tidak disumarisasikan.

Verifikasi router-router yang sudah di configurasi tadi dengan command Show IP Route. Show IP Route ini untuk melihat daftar routing pada router.

show ip route

Ping 4.4.4.4

show cdp neighbors

show ip eigrp traffic

show ip eigrp topology


Keterangan :
D = EIGRP
C = Connected
P = Passive

Tuesday, 2 August 2016

LAB 1. STATIC ROUTING DENGAN PACKET TARCER

22:38:00 0 Comments
Halo sobat blogger, apa kabar? Lama sekali ya saya sudah tidak posting hihihi. Naik ke kelas sebelas membuat saya menjadi berkalikali lebih sibuk -,-. cukuplah curhatnya. Kali ini saya membawa tutorial lab router, static route.

Static route adalah routing yang jalurnya didaftarkan oleh Networ Administrator ke dalam router untuk menentukan bagaimana router akan sampai ke subnet tertentu dengan menggunakan jalur tertentu. Administrative distance Static Route adalah 1. Jadi hanya boleh satu router saja yang dapat digunakan sebagai admin. Kita akan mengkonfigurasi dengan Cisco Packet Tracer.

Okee kita mulai confignya.

Sebelumya kita harus membuat topologinya terlebih dahulu.



ps: Banyak command-command yang belum selesai atau singkat. kamu bisa pakai Tab untuk mengetik command, jadi tidak perlu mengetik panjang-panjang.


Sebelum confi routing sebaiknya kita beri password pada router. Caranya dengan menambahkan command login local.

Setting Router 1 (AYU1)



Setting Router 2 (AYU2)



Setting Router 3 (AYU3)



Setting Router 4 (AYU4)



Penjelasan :

  • Conf t (Configuration Terminal) => Dari freviledge mode masuk ke global config.
  • Line vty 0 4 => Mengizinkan maksimal 5 koneksi yang dapat meremote perangkat tersebut dalam waktu bersamaan. Jika kita memakai 16 koneksi maka kita memakai line vty 0 15. Karena saya memakai 4 rputer/koneksi maka saya memakai line vty 0 4.
  • Login local => Membuat password. Jadi saya akan memasukan password saat akan memasukan password saat akan config router tersebut nanntinya.
  • Enable secret =>  Mengenkripsi password. Password yang sudah dimasukan nantinya akan terenkripsi saat di show run. Saat di show run password yang di isi akan berisi huruf-huruf, angka-angka, simbol-simbol yang bercampur.


Pertama atur ip address dan subnet mask terlebih dahulu.

router (config)#Interface Fast Ethernet 0/0 /nama port/
router (config)#ip address A.B.C.D (ip address) A.B.C.D (subnet mask)
router (config)#no shutdown


Setting Router 1 (AYU1)



Setting Router 2 (AYU2)


Setting Router 3 (AYU3)


Setting Router 4 (AYU4)



Untuk menentukan ip address saya menggunakan subnet mask 255.255.255.248 yaitu /29 yang dapat menampung 8 host.
No Shutdown => Mengaktifkan interface. Jika tidak di no shutdown kan maka interface-interface yang sudah terhubung tidak bisa saling berhubungan.      

Selesai atur IP dan subnet mask lanjut setting IP Routenya.

Ada 2 cara untuk menconfig static route ini, yaitu:
1. Dengan menuliskan ip address pada ip tetangga / Next Hop nya
router (config)# ip route A.B.C.D (network/host tujuan) A.B.C.D (subnet mask) A.B.C.D (IP tetangga/next hop)
2. Dengan menggunakan nama port. Misalnya : eth0, E0, s0/0, fa0/0, dan lain-lain.
router (config)# ip route A.B.C.D (network/host tujuan) A.B.C.D (subnet mask) S 0/0 (Next hop/ip tetangga/nama port tetangga)
Disini saya menggunakan cara yang pertama, yaitu dengan cara menuliskan ip address ip tetangganya.

Setting Router 1 (AYU1)

Setting Router 2 (AYU2)

Setting Router 3 (AYU2)

Setting Router 4 (AYU4)




Sudah selesai setting sebelum-sebelumnya watunya verifikasi yaitu melihat apa yang sudah kita config tadi berhasil atau tidak, dengan perintah Show Ip Route. Show IP Route ini untuk melihat daftar routing pada router.

Setting Router 1 (AYU1)

Kita lihat disini ada dua S. S berari Routing static. Tandanya apa yang sudah kita config tadi berhasil, karena kita mendaftarkan 2 network yaitu 11.11.11.0 dan 12.12.12.0.


Setting Router 2 (AYU2)

Berbeda dengan router 1, dirouter 2 ini hanya muncul 1 S, kenapa? karena tadi saat config kita hanya mendaftarkan 1 network saja yaitu 12.12.12.0, maka hanya muncul 1 S.


Setting Router 3 (AYU3)

Di router 3 ini sama seperti router 2. Karena kita hanya mendaftarkan 1 network (10.10.10.0) maka hanya muncul 1 S.

Setting Router 4 (AYU4)


Karena di roouter 4 ini kita mendaftarkan 2 network (11.11.11.0 dan 10.10.10.0) maka muncul 2 S sama seperti pada router 1.

Keterangan :

S: Routing Static
1: Administravite Distance
Jika disaat kamu show ip route dan tidak ada S maka config routing static yang kamu lakukan belum berhasil.

Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon dimaafkan, kita masih sama-sama belajar. Terima kasih.